Saya setuju dengan pernyataan tersebut. Salah satu kunci dasar utama keberhasilan adalah "Kepercayaan Diri". Kepercayaan yang kuat bahwa "Saya dapat melakukannya... Saya mampu menggapainya.." akan membantu saya untuk mencapai impian-impian saya. Sikap percaya tersebut akan mendorong munculnya energi positif dalam diri saya.
Dalam buku yang pernah saya baca "Berpikir dan Berjiwa Besar" karya David J. Schwartz dalam salah satu babnya, ia menyampaikan betapa pentingnya untuk kita benar-benar percaya bahwa kita dapat berhasil. Berikut merupakan poin-poinnya,
1. Cara bekerja sikap percaya "Saya positif.. Saya bisa.."
Ia dapat memberikan dorongan untuk membangkitkan kekuatan, keterampilan dan energi yang diperlukan untuk berhasil. Kepercayaan tersebut akan membukakan "jalan-jalan" bagaimana cara untuk dapat melakukannya.
2. Kita merupakan produk dari pikiran kita.
Kita bertindak sebagaimana cara berpikir kita, kualitas kerja kita sangat bergantung pada apa yang kita pikirkan. Jika kita berpikir bahwa "Saya tidak ideal, saya tidak terlalu penting", maka apa yang kita lakukan benar-benar tidak akan bernilai penting. Begitupun dengan kita yang memposisikan diri kita sebagai nomor dua, maka kita akan seterusnya menjadi orang yang kedua.
3. Jika kita tidak percaya sama diri kita sendiri bagaimana orang lain bisa percaya.
Tidak adanya kepercayaan akan diri sendiri ini apabila terus berlalu, maka dampaknya adalah ketidakpercayaan diri tersebut jelas akan tampak melalui cara kita berbicara, berjalan dan bertindak. Dan jika hal tersebut dibiarkan, ia akan mengerut dan tumbuh semakin kecil dan semakin kecil dalam pandangan diri kita sendiri. Ingat orang lain melihat diri kita sebagaimana apa yang kita lihat dalam diri kita dan ia akan tumbuh semakin kecil dalam pandangan orang-orang di sekitar kita.
4. Buatlah Tuan Kemenangan bekerja 100% untuk kita.
David menganalogikan otak kita adalah "Pabrik Pikiran" yang sibuk memproduksi pikiran yang tak terhitung setiap jam. Pabrik pikiran tersebut berada dalam pengawasan 2 mandor yakni Tuan Kemenangan (Pikiran Positif) & Tuan Kekalahan (Pikiran Negatif), keduanya sama-sama patuh terhadap apa yang kita perintahkan. Contoh sederhananya, kita meyakini bahwa kita sulit berkembang karna kita memiliki trauma. Apabila kita fokus terhadap permasalahan dan tidak ada pada jalan keluar, maka Tuan Kekalahan akan mengambil peran lebih banyak. Ia akan menyuguhkan berbagai banyak argumentasi yang mendukung pernyataan kita bahwa kita memang tidak pantas untuk berkembang. Berbeda apabila kita fokus pada penyelesaian masalah, Tuan Kemenangan akan berkontribusi lebih banyak pada kita. Ia akan meyakinkan pada kita mengapa kita harus bangkit, menyadarkan bahwa kita adalah berharga dan setiap semua permasalahan pasti ada jalan keluarnya.
Begitu berpengaruhnya kepercayaan & pikiran kita terhadap keberhasilan kita. Maka, percayalah bahwa kita bisa berhasil, kita mampu melawan keterbatasan, atur pemikiran kita untuk terus berpikir positif dan berani bermimpi besar.